mbah google

Teks Berjalan

Selasa, 30 November 2010

HEM BSI UAS

Merakit Komputer

Merakit sebuah komputer bukanlah suatu pekerjaan yang sulit dan dapat dilakukan oleh semua orang, tetapi diperlukan sedikit ketelitian dan informasi yang jelas tentang komputer yang akan dirakit.
Sebelum anda merakit komputer, sebaiknya anda mempersiapkan beberapa hal berikut ini :
1.    Pastikan komputer yang akan anda rakit terhubung dengan sumber tegangan listrik.
2.    Berhati-hatilah dalam memegang komponen komputer, usahakan tangan tidak basah atau berkeringat, karena dapat merusak komponen komputer.
3.    Tidak disarankan merakit komputer di tempat yang berdebu, karena debu dapat menurunkan performa hardware komputer.

Komponen-komponen yang harus disiapkan sebelum merakit sebuah komputer adalah sebagai berikut :

1.    Procesor
Procesor (microprosesor) atau sering juga disebut CPU (central Processing Unit) adalah komponen pada komputer yang mampu menterjemahkan dan menjalankan instruksi serta mengilah data.
Lakukan pemeriksaan pada pin-pin prosesor, dan pastikan pin-pin tersebut tidak cacat atau bengkok. Biasanya prosesor dilengkapi dengan heat sink dan kipas prosesor.






2.    Motherboard
Motherboard atau biasa juga disebut mainboard merupakan sebuah papan utama dimana terdapat komponen-komponen serta chip controller yang bertugas mengatur lalu lintas data dalam sistem motherboard. Fungsi umum dari Motherboard adalah tempat memasangkan processor, RAM, VGA Card, Sound Card, Internal Modem, dan lain-lain.
Motherboard biasanya dilengkapi dengan buku panduan, beberapa kabel data (serial ATA, ATA), masker motherboard, dan CD driver yang berfungsi untuk mengaktifkan komponen on board pada motherboard, seperti VGA, sound card, LAN card, dan komponen-komponen on board lainnya.



3.    VGA card
VGA atau Video Graphic Adapter merupakan standar dari tampilan sebuah komputer. Untuk menampilkan gambar ke monitor, komputer harus memiliki VGA Card . VGA Card adalah komponen yang tugasnya menghasilkan tampilan secara visual dari komputer. Semakin tinggi kemampuan VGA Card, maka semakin halus tampilan visual komputer ke monitor.
Pastikan bahwa tipe VGA card yang anda miliki sesuai dengan tipe soket VGA pada motherboard anda. Lakukan pemeriksaan pada setiap komponen elektronik yang terdapat pada VGA card dan jalur pin pada tepi bawah VGA, serta pastikan bahwa VGA tidak memiliki cacat fisik. Biasanya VGA Card dilengkapi dengan CD Driver VGA.


4.    Memori
RAM atau Memory merupakan perangkat untuk tempat menyimpan data yang diakses oleh Processor (CPU – Central Processing Unit). Data yang ada di RAM bisa diakses secara acak dengan kecepatan yang sama, sehingga di sebut Random (acak). Data yang tersimpan di RAM bersifat sementara, karena hanya akan ada jika ada listrik atau saat komputer menyala dan akan hilang jika komputer mati.
Pastikan tipe memori (RAM) yang anda beli compatible dengan motherboard, dan pin yang terdapat pada tepi bawah RAM tidak memiliki cacat fisik.


5.    Hard Disk
Hard disk atau hard disk drive di -singkat HDD atau hard drive disingkat HD adalah sebuah komponen perangkat keras yang menyimpan data sekunder dan berisi piringan magnetis.
Periksa kondisi fisik hard disk, pastikan body hard disk tidak mengalami cacat/penyok yang berarti hard disk pernah mengalami benturan.




6.    Power Supply
Power Supply adalah sebuah perangkat yang ada di dalam CPU yang berfungsi untuk menyalurkan arus listrik ke berbagai peralatan komputer.

Jenis Power Supply
Secara fisik jenis power supply terdiri atas 2 bagian, yaitu:
·         Power Supply AT  Konektor yang terdiri dari 12 pin
·         Power Supply ATX  Konektor yang terdiri dari 20 pin
Perbedaan diantara ke- 2 jenis power supply ini adalah power supply ATX status on dan offnya diatur oleh melalui motherboard serta oleh operating system.Dimana apabila operating system pada PC di shut downmaka power supply secara otomatis akan non aktif ( off ).Sedangkan PC yang menggunakan power supply AT status on atau offnya diatur melalui saklar yang pada salah satu kabel pada power supply tersebut.Dan apabila operating system dishut down maka power supply tidak akan off secara otomatis.






7.    Kabel Data
Periksa kembali kelengkapan kabel data dan kabel power sebelum melakukan perakitan. Jenis kabel data yang harus disiapkan sebagai berikut.
-      Kabel Serial ATA (SATA), digunakan untuk hard disk tipe SATA
-      Kabel ATA, digunakan untuk CD/DVD ROM atau hard disk tipe ATA





  8.    Monitor
Bentuknya mirip televisi dan berfungsi menampilkan proses dan hasil pekerjaan komputer. Monitor komputer jaman dulu hanya hitam putih atau monochrome (terkadang dengan tulisan hijau atau orange dan latar belakang hitam). Sekarang monitor hampir semuanya berwarna dan beresolusi tinggi, sehingga kualitas gambar yang dihasilkannya juga jauh lebih bagus.
Periksa kondisi monitor, pastikan monitor dilengkapi dengan buku panduan, kabel data, kabel power dan CD driver.



9.    Casing
Kotak komputer yang berisi Processor, Motherboard dan peripheral lainnya. Wadah ini digunakan sebagai tempat untuk melindungi motherboard, control board, power supply disk drive dan komponen-kompenen lainnya.



10. Mouse dan Keyboard
Keyboard Berbentuk mirip mesin ketik yang berisi huruf, angka, simbol-simbol khusus serta tombol-tombol fungsi. Gunanya untuk memberi perintah kepada komputer dengan cara menuliskannya atau menekan kombinasi beberapa tombol.
Mouse adalah Alat yang mirip tikus dan terdiri dari dua atau tiga tombol, berfungsi untuk mengendalikan kursor/pointer dilayar monitor dengan cara menggerakkannya maju, mundur atau kesamping. Didalamnya terdapat bola karet yang akan menggerakkan roda-roda kecil, yang akan mengatur gerakan kursor/pointer.
Pilihlah mouse dan keyboard yang sesuai dengan port pada komputer anda (menggunakan port serial, PS 2 atau USB).



11. Obeng dan Baut
Saat merakit komputer, diperlukan beberapa peralatan pembantu seperti obeng dan baut.







  
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk merakit komputer sebagai berikut :

1.    Mempersiapkan Motherboard
-      Siapkan motherboard yang akan di gunakan, pegang bagian tepi motherboard dan usahakan jangan menyentuh bagian bawah atau komponen-komponen motherboard.
-      Letakkan motherboard ditempat yg kering dan bersih agar kebersihan motherboard tetap terjaga.







2.    Memasang Procesor dan Heat sink / coller
-      Tarik tuas pengunci secara perlahan hingga tuas pengunci berada pada posisi tegak
-      Ambil processor dan letakkan prosesor pada soket processor, dan perhatikan tanda segitiga pada salah satu ujung prosesor.
-      Setelah procesor terpasang dengan sempurna, tekan tuas pengunci processor hingga benar-benar mengunci dengan sempurna.
-      Ambil heat sink dan letakkan di bagian atas processor. Perhatikan lubang-lubang disekitar processor, dan tancapkan kaki-kaki heat sink pada lubang-lubang tersebut. Setelah semua kaki heat sink berada pada tempatnya, tekan kaki-kaki heat sink satu persatu dengan ibu jari, kemudian kunci kaki-kaki heat sink.
-      Pasang kabel power kipas processor pada soket yang bertuliskan CPU FAN (soket CPU FAN terletak disekitar soket processor).


 



3.    Memasang RAM / Memori
-      Pasang memori dengan hati-hati, karena kesalahan pemasangan dapat mengakibatkan chipset pengontrol memori terbakar.
-      Buka kedua pengunci memori pada soket memori yang terlatak pada motherboard.
-      Pasang memori dengan posisi pin memori yang tepat agar pin memori dapat masuk ke slot memori secara sempurna
-      Tekan setiap sisi memori dengan ibu jari secara bersamaan sampai terdengar bunyi “klik”.
-      Pastikan memori terpasang dengan benar dan dalam posisi lurus, periksa kembali posisi pengunci, serta pastikan memori terkunci dengan benar.




4.    Memasang Power Supply
-      Sebelum memasang power supply, bersihkan casing terlebih dahulu. Usahakan casing bersih dari debu dan kotoran untuk mencegah terjadinya kerusakan pada hardware.
-      Letakkan power supply pada bagian belakang casing, tepatnya di pojok atas.
-      Pasang dan kencangkan baut power supply agar power supply tidak goyah dan jatuh.



  
5.    Memasang Motherboard ke casing
-      Pasang masker motherboard pada pelat seng yang telah dilepas, dan pastikan masker motherboard terpasang dan terkunci dengan benar.
-      Masukan motherboard dengan hati-hati dengan cara memiringkannya ke arah masker motherboard. Masukkan port keluaran motherboard pada masker motherboard. Kemudian letakkan motherboard pada posisi mendatar.
-      Sesuaikan posisi lubang-lubang pada motherboard dengan lubang-lubang pada casing.
-      Setelah motherboard terpasang, pasang dan kencangkan baut pengunci motherboard dengan menggunakan obeng.


 
  
6.    Memasang Hard Disk
-      Pasang hard disk pada tempat yang telah tersedia pada casing , yaitu di bagian depan bawah casing.
-      Masukkan hard disk dengan cara mendorongnya kedalam casing, dan pastikan posisi sirkuit menghadap bawah.
-      Pasang dan kencangkan baut pada bagian samping hard disk.
-      Pasang kabel data dan kabel power hard disk.






7.    Memasang CD/DVD-ROM Drive
-      CD-ROM drive memiliki ukuran yang sama dengan DVD-ROM drive. Kedua komponen ini diletakkan di bagian depan-atas casing. Biasanya casing sanggup menampung 4 CD/DVD-ROM drive sekaligus.
-      Lepas terlebih dahulu bagian penutup rak pada casing dengan cara mendorong bagian atas dan bawah penutup dari arah dalam. Lakukan berulang-ulang hingga penutup rak pada casing terlepas.
-      Pasang CD/DVD-ROM drive dengan cara mendorongnya perlahan kedalam casing. Ukur kedalaman casing dengan tepat agar CD/DVD-ROM tidak membentur motherboard.
-      Pasang dan kencangkan baut yang terletak pada bagian samping CD/DVD-ROM drive.
-      Pasang kabel data dan kabel power CD/DCD-ROM drive
 



8.    Memasang VGA Card
-      Pastikan VGA card sesuai dengan port pada motherboard.
-      Letakan VGA card pada motherboard, kemudian tekan bagian atasnya dan pastikan VGA card terpasang dengan sempurna pada slot VGA. Pemasangan VGA card sudah benar jika VGA card terpasang dalam keadaan lurus dan semua pin VGA card terpasang pada slotnya di motherboard.
-      Pasang dan kencangkan baut VGA card yang menempel pada casing.


 



9.    Menghubungkan kabel pada semua komponen komputer
Semua komponen komputer baru dapat bekerja setelah dihubungkan satu sama lain.
-      Memasang Kabel Power Supply
·         Perhatikan tipe soket power supply pada motherboard. Untuk motherboard keluaran terbaru, soket power supply-nya memiliki 24 pin, sedangkan untuk motherboard lama berjumlah 20 pin. Jika soket power supply motherboard anda hanya memiliki 20 pin. Anda dapat melepaskan 4 pin pada kabel power supply motherboard, karena konektor kabel ini terdiri dari 20 + 4 pin.
·         Setelah jumlah konektor power supply sesuai dengan pin pada soket motherboard, anda dapat langsung menghubungkan kabel tersebut. salah satu sisi kabel power supply memiliki pengait yang dapat digunakan untuk memandu anda melakukan pemasangan yang benar.

 



-      Menghubungkan kabel konektor casing dengan motherboard
Kabel konektor berguna untuk mengaktifkan fungsi tombol power, reset dan beberapa lampu indikator pada casing.
·         Sebelum memasang kabel konektor, baca terlebih dahulu buku petunjuk motherboard. Pastikan posisi konektor yang anda pasang sesuai dengan buku petunjuk tersebut.
·         Jenis kabel yang harus dihubungkan antara lain adalah power LED (lampu indikator power), power switch (tombol ON/OFF), HDD LED (lampu indikator hard disk), reset switch (tombol reset), speaker (beep) dan konektor front USB

 






10. Penyelesaian
Hubungkan port-port yang ada dengan peralatan yang ada seperti KeyBoard, Mouse, Monitor, dll

 


  
11. Hasil Akhir

 


TERIMA KASIH